Suasana desa dengan gerai Koperasi Merah Putih dan warga yang berkumpul di halamannya

Koperasi Desa Merah Putih · Pembukuan via WhatsApp

Chat masuk,
pembukuan jadi.

Kopra hidup di WhatsApp — tempat pengurus koperasi memang bekerja setiap hari. Tulis transaksi seperti Anda mengetik ke rekan sendiri, balas YA, dan Kopra merapikannya menjadi jurnal, kartu stok, dan laporan berstandar Koperasi Merah Putih CORE. Tanpa aplikasi baru. Tanpa istilah akuntansi.

Struktur datanya sama dengan suite resmi KDMP — siap terhubung, bukan sistem tandingan.

Kenapa Kopra ada

Masalahnya bukan aplikasinya.

Sistem digital koperasi sudah ada, dan fiturnya lengkap. Yang berhenti adalah pengisian hariannya — karena layarnya bukan tempat pengurus bekerja. Dari riset kami di lapangan, pekerjaan koperasi yang sebenarnya berjalan di WhatsApp: pesan barang ke mitra, menagih simpanan, kirim laporan ke grup.

92% → <1%

koperasi desa punya akun sistem resmi, tapi kurang dari 1% yang aktif memakainya untuk bisnis.

640 vs 301

koperasi sudah mendaftarkan produknya — hanya 301 yang pernah mencatat barang masuk atau keluar.

44 tahun

umur median pengurus koperasi. Melatih ulang ribuan orang memakai aplikasi baru bukan jalan yang realistis.

Sumber: data resmi Kemenkop/SIMKOPDES & riset lapangan tim di KDMP Bantul, 2026.

Cara kerja

Tiga langkah, semuanya di chat.

  1. Langkah 1

    Tulis seperti Anda bicara

    Ketik "kejual minyakita 5", "bayar listrik 200rb", atau "bu Sari bayar simpanan wajib jan–mar". Kopra paham bahasa sehari-hari — termasuk foto nota dan pesan suara.

  2. Langkah 2

    Periksa, lalu balas YA

    Sebelum mencatat apa pun, Kopra menunjukkan ringkasannya dulu. Benar? Balas YA. Keliru? Tulis saja "eh, 450rb". Berubah pikiran? "gajadi". Tidak ada yang masuk buku tanpa persetujuan Anda.

  3. Langkah 3

    Buku tercatat, laporan jadi sendiri

    Satu chat penjualan mencatat dua hal sekaligus: stok berkurang, kas bertambah. Buku Besar, Neraca Saldo, PHU, dan Neraca tersusun otomatis — tinggal cetak saat RAT.

Kopra

online

Kejual minyakita 5

📝 Penjualan MinyaKita — 5 pcs × Rp15.000 = Rp75.000. Stok sisa 43. Balas YA untuk mencatat.

YA

✅ Tercatat. Kas bertambah Rp75.000, stok MinyaKita 43. Jurnalnya sudah muncul di dashboard.

satu chat, dua buku — yang lahir di dashboard:

JU-018 · 11 Jul 2026via WhatsApp
111000 · Kas RupiahRp75.000
410200 · Pendapatan PenjualanRp75.000
Seimbang ✓

Kartu stok · MinyaKita

Keluar 5 pcs · penjualan48 → 43

Yang bisa dicatat & ditanya

Satu asisten untuk pekerjaan harian koperasi.

Transaksi harian

"catat pemasukan banyu 500rb" langsung menjadi jurnal berstandar CORE, terpilah per unit usaha. Anda tidak pernah menyentuh debit–kredit.

Stok gerai

Barang masuk, barang terjual, barang menipis. "stok minyakita berapa?" dijawab dari catatan — bukan dari ingatan.

Simpanan anggota

Simpanan pokok & wajib per bulan, bayar rapel sekaligus, daftar penunggak, plus template pengingat yang Anda kirim sendiri ke anggota.

Laporan siap RAT

Empat laporan resmi — Buku Besar, Neraca Saldo, PHU, Neraca — plus tampilan Buku Kas untuk yang terbiasa buku lama. Semuanya siap cetak.

Tanya panduan

"Beli stok air masuk operasional atau persediaan?" Kopra menjawab lengkap dengan sumbernya: panduan resmi, undang-undang, dan praktik lapangan.

Foto nota & pesan suara

Nota belanja cukup difoto — Kopra membacanya jadi draf stok masuk sekaligus pengeluaran kas. Malas mengetik? Kirim voice note.

Prinsip kami

Angka tidak pernah dikarang.

Kopra memakai AI untuk memahami bahasa Anda — bukan untuk menghitung uang Anda. Yang berhitung selalu sistem, dengan aturan yang sama setiap kali.

  • 01

    Semua angka dihitung dari database. AI hanya merangkai kalimat penjelasannya.

  • 02

    Tidak ada satu rupiah pun tercatat sebelum Anda membalas YA.

  • 03

    Catatan yang sudah dikonfirmasi terkunci. Koreksi dilakukan lewat jurnal balik, jadi jejaknya tetap tersimpan — siap diaudit saat RAT.

  • 04

    Nomor yang tidak dikenal tidak punya akses apa pun, dan setiap aksi tercatat di log audit.

Koperasi naik kelas akuntansi, tanpa harus belajar akuntansi.

Volume usaha yang tercatat adalah volume usaha yang bisa dibuktikan — ke anggota saat RAT, ke mitra, dan ke lembaga pembiayaan.